Dalam proses pengolahan padi, perhatian umumnya difokuskan pada beras putih yang telah dipoles, sedangkan dedak padi—yang menyumbang sekitar 7%–10% dari berat total gabah—telah lama dianggap sebagai produk sampingan bernilai rendah atau bahkan limbah.
Namun, menurut Li Jiangtao, Asisten Profesor di Universitas Kehutanan dan Teknologi Tenggara Tiongkok serta Kepala Riset dan Pengembangan di Hunan Zhunong Mizhen, lapisan luar padi yang tampaknya tidak signifikan ini justru merupakan harta nutrisi tersembunyi di dalam butir padi.
Baru-baru ini, Li Jiangtao menyampaikan presentasi utama berjudul "Aplikasi Inovatif Limbah Beras" dalam acara Science China Talks 2025 · Sesi Hunan. Analisis mendalamnya mengenai nilai multifaset dan potensi pemanfaatan dedak beras memicu kembali diskusi industri tentang peningkatan biji-bijian utuh serta pemanfaatan bernilai tinggi terhadap limbah, sehingga membawa komponen ini—yang kerap disebut sebagai "senjata rahasia industri pangan"—ke dalam sorotan publik.


Mengapa Dedak Beras Dianggap sebagai "Harta Karun Nutrisi"?
Mengapa dedak beras dapat digambarkan sebagai gudang nutrisi? Dalam presentasinya, Li Jiangtao menjawab pertanyaan ini dengan data yang meyakinkan: meskipun dedak beras hanya merupakan sebagian kecil dari butir beras, dedak ini mengandung sekitar 64% dari seluruh kandungan nutrisi beras secara keseluruhan, serta mencakup beragam nutrien esensial yang penting bagi kesehatan manusia.
Serat Pangan: Dengan kandungan lebih dari 30%, serat pangan dedak padi memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan pencernaan serta mengatur kadar lipid dan glukosa darah.
Protein Berkualitas Tinggi: Menyumbang 12%–18%, protein dedak padi memiliki profil asam amino yang seimbang, bebas dari alergen umum, dan merupakan bahan fortifikasi nutrisi yang ideal.
Minyak Dedak Padi: Lebih dari 80% asam lemaknya tidak jenuh, serta kaya akan vitamin E, γ-orizanol, dan fitosterol, sehingga memberikan efek penurun lipid, antiinflamasi, dan antioksidan.
Senyawa Bioaktif: Komponen seperti asam γ-aminobutirat (GABA) dan γ-orizanol menunjukkan sifat antioksidan kuat serta potensi efek antipenuaan.
Dari Hambatan Teknis Menuju Bahan Baku Bernilai Tinggi
Meskipun kaya nutrisi, dedak padi sangat rentan menjadi tengik akibat enzim aktif dan kandungan minyaknya. Secara historis, permasalahan terkait penyimpanan dan transportasi menjadi penghalang utama bagi pemanfaatan skala besar dedak padi.
Untuk mengatasi tantangan industri kritis ini, Li Jiangtao dan timnya di Hunan Zhunong Mizhen mempelopori penerapan teknologi stabilisasi canggih, termasuk perlakuan gelombang mikro dan ekspansi ekstrusi. Inovasi-inovasi ini secara efektif mengatasi ketidakstabilan dedak padi, mengubahnya menjadi bahan fungsional yang stabil dan tahan lama, serta cocok untuk penggunaan industri.

Aplikasi Pangan Fungsional: Serat pangan dedak padi berfungsi sebagai suplemen serat alami yang banyak digunakan dalam bubuk pengganti makanan, minuman padat, produk roti (seperti biskuit dan roti), serta bar sereal. Bahan ini secara signifikan meningkatkan kandungan serat pangan, menambah rasa kenyang, serta memberikan cita rasa biji-bijian yang ringan dan diterima dengan baik oleh konsumen. Protein dedak padi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas nutrisi produk daging dan susu.
Minyak Sehat Premium: Minyak dedak padi dapat dikembangkan menjadi minyak nabati kelas atas dan selanjutnya diolah lebih lanjut menjadi minyak diasilgliserol (DAG) fungsional, menyediakan bahan baku yang menjanjikan untuk produk pengelolaan berat badan dan lipid sehat.
Aplikasi Kosmetik dan Farmasi: Bahan bioaktif seperti peptida dedak padi, yang diperoleh melalui hidrolisis enzimatik, menunjukkan sifat antioksidan yang sangat baik serta semakin banyak digunakan sebagai bahan baku utama dalam produk perawatan kulit dan kesehatan kelas premium.

Bermitra dengan "Tim Nasional" untuk Memperluas Batas Industri
Untuk memajukan transformasi ini lebih lanjut, Hunan Zhunong Mizhen telah bermitra dengan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Administrasi Negara Urusan Cadangan Gandum dan Bahan untuk mendirikan Pusat Inovasi Kolaboratif Pengolahan Lanjut Dedak Padi pertama di Tiongkok.
Pusat ini berfokus pada teknologi mutakhir seperti ekstraksi dan stabilisasi komponen bioaktif dedak padi, serta bersama-sama mengeksplorasi batas-batas baru bagi industri dedak padi serta mempercepat kemajuan sektor biji-bijian utuh menuju era baru pengembangan bernilai tinggi dan berkelanjutan.
Berita Terkini2026-01-20
2025-12-16
2025-12-16
Hak Cipta © Hunan Zhunong Mizhen Biotechnology Co., Ltd. Dilindungi Undang-undang - Kebijakan Privasi-BLOG